DBD atau Demam Biasa? Kenali Perbedaannya Sebelum Terlambat
DBD atau Demam Biasa? Kenali Perbedaannya Sebelum Terlambat
Demam merupakan salah satu keluhan yang sering dialami, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Namun, demam tinggi tidak selalu berarti DBD. DBD (Demam Berdarah Dengue) pada awalnya dapat terlihat seperti demam atau flu biasa sehingga sering kali sulit dibedakan hanya berdasarkan gejala.
Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
π‘οΈ Demam Biasa
Demam dapat terjadi sebagai respons tubuh terhadap berbagai infeksi, seperti flu, infeksi saluran pernapasan, atau infeksi lainnya.
Pada demam akibat infeksi ringan, keluhan dapat disertai:
- Batuk atau pilek
- Sakit tenggorokan
- Lemas
- Sakit kepala
- Nafsu makan menurun
- Nyeri tubuh
Gejala akan bergantung pada penyebab demam dan biasanya membaik seiring dengan membaiknya infeksi.
π¦ Bagaimana dengan DBD?
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti. Gejalanya dapat berupa demam tinggi yang muncul mendadak, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta ruam pada kulit.
Yang perlu diperhatikan, ketika demam mulai turun, bukan berarti kondisi pasti sudah membaik. Pada sebagian pasien, fase kritis DBD justru dapat terjadi sekitar hari ke-3 sampai ke-7 setelah demam dimulai.
π DBD atau Demam Biasa?
| Yang Perlu Diperhatikan | Demam Biasa | DBD |
|---|---|---|
| Demam | Dapat terjadi | Sering tinggi dan muncul mendadak |
| Sakit kepala | Bisa terjadi | Dapat terasa berat |
| Nyeri belakang mata | Tidak khas | Dapat terjadi |
| Nyeri otot & sendi | Bisa terjadi | Sering ditemukan |
| Batuk/pilek | Dapat menyertai | Tidak selalu ada |
| Mual/muntah | Bisa terjadi | Dapat terjadi |
| Ruam/bintik merah | Tergantung penyebab | Dapat muncul |
| Perdarahan | Tidak khas | Dapat terjadi pada kondisi tertentu |
Namun, gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena DBD. Dokter dapat melakukan pemeriksaan klinis dan, bila diperlukan, pemeriksaan darah untuk membantu menentukan diagnosis.
π¨ Waspadai Tanda Bahaya DBD
Segera cari pertolongan medis apabila demam disertai:
- Nyeri perut hebat
- Muntah terus-menerus
- Mimisan atau gusi berdarah
- Muntah darah atau BAB berdarah/hitam
- Napas cepat atau sesak
- Tubuh sangat lemas atau gelisah
- Kulit pucat dan dingin
- Rasa haus yang berlebihan
Tanda-tanda tersebut dapat menunjukkan dengue berat dan membutuhkan penanganan segera.
π§ Jangan Tunggu Terlambat
Jika mengalami demam tinggi, terutama di wilayah dengan risiko dengue, jangan hanya menebak apakah itu demam biasa atau DBD. Periksakan kondisi ke fasilitas kesehatan, terutama jika demam menetap atau muncul tanda bahaya.
Sambil mendapatkan pertolongan, istirahat dan pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Pada dugaan dengue, WHO menyarankan menghindari aspirin atau ibuprofen karena dapat meningkatkan risiko perdarahan; penggunaan obat penurun demam sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
β€οΈ Ingat!
βDemam Turun Bukan Berarti DBD Sudah Aman.β
Kenali gejalanya, waspadai tanda bahayanya, dan jangan menunda pemeriksaan.
Sehat Bersama RS Jasa Kartini.
Artikel Lain
RS Jasa Kartini Terus Tingkatkan Kecepatan Ketersediaan Kamar Rawat Inap bagi Pasien dari Instalasi Gawat Darurat
RS Jasa Kartini Hadirkan Layanan Pemasangan AV Shunt dan Catheter Dialysis Line (CDL), Pasien Hemodialisis Kini Tidak Perlu Dirujuk ke Luar Kota
RS Jasa Kartini Pertahankan Kecepatan Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium sebagai Wujud Komitmen terhadap Keselamatan Pasien
RS Jasa Kartini Pertahankan Capaian Optimal Waktu Tanggap Operasi Seksio Sesarea Emergensi Tahun 2025β2026
Dyspnoea / Sesak Nafas