Dampak Perubahan Iklim dan Lingkungan terhadap Kesehatan

13 October 2025
Artikel
Dampak Perubahan Iklim dan Lingkungan terhadap Kesehatan

Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan—ia sudah terjadi sekarang dan memberikan dampak nyata terhadap kesehatan manusia. Kenaikan suhu global, cuaca ekstrem, pencemaran udara, serta kerusakan ekosistem membuat kesehatan masyarakat semakin rentan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut perubahan iklim sebagai “ancaman terbesar bagi kesehatan global di abad ke-21.”


1. Kenaikan Suhu dan Gelombang Panas

Peningkatan suhu global menyebabkan gelombang panas yang ekstrem di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.
Dampaknya meliputi:

  • Dehidrasi dan heatstroke (serangan panas)

  • Penyakit jantung dan pernapasan memburuk karena stres panas

  • Risiko kematian meningkat, terutama pada lansia, anak-anak, dan pekerja luar ruangan

Menurut WHO, pada tahun 2025 diperkirakan lebih dari 500 juta orang terpapar gelombang panas ekstrem setiap tahunnya.


2. Penyakit yang Ditularkan oleh Vektor

Perubahan iklim memengaruhi pola penyebaran nyamuk dan serangga pembawa penyakit.

  • Demam berdarah, malaria, chikungunya, dan zika semakin meluas karena suhu hangat mempercepat perkembangbiakan nyamuk.

  • Di Indonesia, kasus demam berdarah meningkat tajam saat musim kemarau panjang dan curah hujan tidak menentu.


3. Krisis Kualitas Udara

Polusi udara kini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
Gabungan antara emisi industri, kendaraan bermotor, dan kebakaran hutan memperburuk kondisi pernapasan masyarakat.
Dampak kesehatan utama:

  • Asma dan bronkitis kronis

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

  • Penyakit jantung iskemik dan stroke

Data WHO menunjukkan sekitar 7 juta kematian setiap tahun disebabkan oleh polusi udara.


4. Gangguan Gizi dan Ketahanan Pangan

Perubahan pola cuaca memengaruhi hasil pertanian dan ketersediaan air.

  • Gagal panen dan kekeringan menurunkan ketersediaan bahan makanan bergizi.

  • Perubahan suhu juga memengaruhi kualitas gizi tanaman, terutama kadar protein dan mikronutrien.
    Akibatnya, masyarakat berisiko mengalami malnutrisi, stunting, dan anemia.


5. Dampak terhadap Kesehatan Mental

Bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan dapat memicu stres, kecemasan, dan trauma psikologis.
Masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau mata pencaharian sering kali mengalami depresi dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).


6. Upaya Mitigasi dan Adaptasi

Untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, diperlukan langkah bersama:

  • Peningkatan ruang hijau di perkotaan

  • Kebijakan energi bersih dan transportasi ramah lingkungan

  • Pendidikan masyarakat tentang perubahan iklim dan kesehatan

  • Sistem peringatan dini untuk cuaca ekstrem dan wabah penyakit

  • Peningkatan layanan kesehatan primer, terutama di daerah rawan bencana